Kamis, 20 Mei 2010

PERANAN PLS DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT

PERANAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Banyaknya masyarakat tidak mengetahui apa peranan pendidikan luar sekolah bagi masyarakat, bahkan banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu pendidikan luar sekolah. sehingga harus diberi penjelasan kepada mereka supaya masyarakat mengetahui apa dan bagaimana pendidikan luar sekolah itu. dan tidak hanya masyarakat yang tidak mengetahuinya bahkan juga para mahasiswa. Mereka tidak tahu mengenai pendidikan luar sekolah dan ada juga yang belum pernah mendengarnya. Mereka juga tidak pernah mengetahui kemana arahnya pendidikan luar sekolah.
Oleh sebab itulah perlu diberikan penjelasan mengenai pendidikan luar sekolah, kemana arahnya, apa fungsinya pendidikan luar sekolah, serta peranan pendidikan luar sekolah bagi pembagunan masyarakat. Masyarakat hanya mengetahui yang pendidikan sekolah atau pendidikan formal. Padahal pendidikan luar sekolah sangat berperan dalam pembangunan masyarakat karena banyak jenis-jenis pendidikan luar sekolah.
Dengan diketahuinya peranan pendidikan luar sekolah ini bagi pembangunan masyarakat maka tentu masyarakat akan mengetahui apa pendidikan luar sekolah dan bahwa ada pendidikan alternative sebagai gantinya pendidikan sekolah, sehingga masyarakat yang tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah masih tetap dapat memperoleh pendidikan meskipun tidak pernah mengikuti pendidikan formal. Dengan ini maka akan semakin jelaslah manfaat pendidikan luar sekolah terlebih bagi mereka yang tidak pernah sekolah ataupun masyarakat yang putus sekolah dan juga akan memperoleh kecakapan yang lain selain dari kecakapan yang diperoleh dari sekolah formal. Serta kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan luar sekolah yang mengakibatkan juga masyarakat tidak ingin tahu mengenai pendidikan luar sekolah tersebut.



Tujuan
Tujuan dibuatnya topic mengenai peranan pendidikan luar sekolah bagi pembangunan masyarakat adalah:
• Supaya masyarakat dapat mengetahui apa itu pendidikan luar sekolah.
• Masyarakat dapat memahami peranan dan fungsi pendidikan luar sekolah dalam pembangunan masyarakat.
• Supaya masyarakat dapat mengetahui bahwa walaupun mereka tidak mengenyam pendidikan di sekolah formal tetapi mereka masih dapat memilih di sekolah non formal dan juga masyarakat yang putus sekolah serta masyarakat yang merasa tidak punya keterampilan.


BAB II
ISI
Pendidikan luar sekolah adalah usaha sadar yang diarahkan untuk menyiapkanr meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia, agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan daya saing untuk merebut peluang yang tumbuh dan berkembang. dengan mengoptimalkan penggunaan sumber-sumber yang ada di lingkungannya. Pendidikan luar sekolah juga merupakan satu proses pendidikan yang sasaran, pendekatan, dan keluarannya berbeda dengan pendidikan sekolah, dan bukan merupakan pendidikan sekolah yang dilakukan di luar waktu sekolah. Pendidikan luar sekolah sudah ada sebelum pendidikan persekolahan tumbuh di bumi ini. Pendidikan luar sekolah dimulai sejak manusia lahir di bumi dan berakhir setelah manusia masuk liang kubur. Sedangkan pendidikan sekolah dimulai setelah manusia memenuhi usia tertentu dan diakhiri pada usia tertentu. Pendidikan luar sekolah bertugas untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kebisaan yang siap menghadapi perubahan sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat yang dihasilkan oleh manusia-manusia terdidik. Serta Pendidikan luar sekolah dapat juga dikatakan sebagai proses memanusiakan manusia untuk meningkatkan kualitas berpikir, moral dan mental sehingga mampu memahami, mengungkapkan, membebaskan. dan menyesuaikan dirinya terhadap realitas yang melingkupinya.
Peran Pendidikan Luar Sekolah dalam pembangunan
Pendidikan Luar Sekolah mempunyai peranan sebagai sub sistem dalam sistem pendidikan nasional Indonesia yang harus memainkan peran ganda baik mendidik maupun mengajar. Dan untuk dapat berperan secara maksimal baik sebagai pengajaran maupun pendidikan diperlukan kesiapan sikap mental dan pengetahuan yang dalam dan luas di bidang kemasyarakatan supaya dapat mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Dan hal ini akan dapat diwujudkan apabila ditemukan cara pengelolaan yang tepat, strategis yang memadai, sumber daya pengelola yang mumpuni dan kelembagaan yang mapan.
1. Peran PLS sebagai pendidikan dasar
Yang merupakan pendidikan dasar adalah Program keaksaraan paket A dan B masih perlu diteruskan, karena sangat penting bagi kelanjutan hidup masyarakat setelah dewasa nantinya. Apabila seseorang sudah melek huruf tentu akan dapat mandiri tanpa harus selalu tergantung dengan orang lain. PLS disini sebagai pengganti pendidikan formal. Dengan adanya PLS ini maka masyarakat yang dulunya belum pernah mengenyam pendidikan dan juga yang putus sekolah dapat melanjutkan pendidikannya lagi.

2 Peran PLS Sebagai Program Pelatihan
Kelompok program PLS seperti ini dimaksudkan untuk memperbaiki ke-
cakapan, keterampilan, dan kinerja individu agar dapat memperbaiki kualitas
hidupnya. Program keterampilan kerja dapat diperuntukkan bagi mereka yang
belum bekerja atau yang sudah bekerja tetapi ingin memperbaikinya, atau kepada
mereka yang keterampilannya tidak lagi laku karena tidak mampu bersaing de-
ngan yang lebih kuat.
Tugas tenaga PLS adalah:
• melakukan pengkajian atau analisis kebutuhan belajar
• merencanakan program pembelajaran
• mengorganisir pelatihan
• menyiapkan pelatih
• menentukan target
• melaksanakan
• menilai dan
• mempersiapkan program pendampingan pasca latihan.
Strategi dalam pembangunan masyarakat ini adalah melalui pemberdayaan. Pemberdayaan itu adalah upaya untuk membuat orang memperoleh pema-
haman pengendalian tentang kekuatan-kekuatan sosial, ekonomi, dan politik guna
memperbaiki kedudukannya di masyarakat.


Perbaikan kedudukan ini dapat diperoleh dengan :
1) Akses, yang meliputi kesempatan lebih besar dalam memperoleh sumber (resources); (2) Daya tawar, berupa peningkatan daya tawar yang lebih kuat
(3) Pilihan, yakni kecakapan dan peluang untuk memilih berbagai pilihan
(4) Status, yakni memperbaiki image pribadi, harga diri, dan sikap-sikap positif terhadap budayanya
(5) Kecakapan kritis, yakni memakai pengalamannya secara tepat, menilai manfaat
yang potensial dari pemecahan-pemecahan masalah
(6) Legitimasi, atau memperoleh pengakuan selayaknya
(7) Disiplin, yakni menentukan sendiri standar untuk bekerja dengan orang lain secara produktif; dan
(8) Persepsi kreatif, yakni pandangan yang lebih positif dan inovatif terhadap hubungan dengan orang lain dan lingkungannya.

Melalui pendidika luar sekolah ini sangat membantu juga dalam menunjang kesejahteraan masyarakat. Karena melalui pendidikan luar sekolah juga masyarakat dapat memperoleh banyak keterampilan, karena banyak jenis pendidikan luar sekolah yaitu:
• pendidikan kesetaraan
• pendidikan keaksaraan fungsional
• pendidikan pelatihan
• pendidikan kepemudaan
• pemberdayaan wanita
• kursus
• majelis taqlim
Itu sebabnya banyak manfaat yang diberikan pendidikan luar sekolah dalam pembangunan masyarakat. Dimana fungsi pendidikan luar sekolah itu adalah sebagai pengganti dari pendidikan formal yaitu pendidikan kesetaraan. Baik paket A,B, dan paket C. sebagai penambah dan pelengkap pendidikan yang diperoleh dari pendidikan formal seperti kursus keterampilan maupun kursus untuk mata pelajaran tertentu.
Berdasarkan fungsi pendidikan luar sekolah dalam pembangunan maka program-program pendidikan ini dapat diklasifikasi ke dalam lima kategori:
1. pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan pendidikan ideologi negara dan moral bangsa bagi masyarakat
2. pendidikan dasar, yaitu Kelompok Belajar Paket A, untukmemberantas buta aksara dan angka, buta pengetahuan dasar dan buta bahasa Indonesia
3. pendidikan mata pencaharian yang mencakup antara lain Kelompok Belajar Usaha yang menyelenggarakan kegiatan belajar dalam bidang industri makanan, alat-¬alat olah raga, perkakas rumah tangga, tata busana, dan pertanian
4. pendidikan kejuruan/ketrampilan yang berkaitan dengan latihan kerja, meliputi program kegiatan belajar dalam rumpun kesehatan, pertanian, kerajinan dan industri teknologi, kesenian niaga dan bahasa
5. pendidikan lainnya yang meliputi penyuluhan melalui media elektronika dan media cetak, motivasi, pelatihan kepemudaan, kepramukaa


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dengan ini maka akan dapat diketahui dengan lebih jelas lagi peranan pendidikan luar sekolah dalam pembangunan masyarakat dan juga sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat terutama bagi mereka yang tidak pernah mengenyam pendidikan di formal dan juga masyarakat yang putus sekolah. Pendidikan luar sekolah disini sebagai pengganti dari pendidikan di sekolah formal, serta memberikan berbagai keterampilan bagi masyarakat karena banyak jenis dari pendidikan luar sekolah. Maka tentunya tidak ada lagi masyarakat yang pengangguran karena semuanya memiliki keterampilan yang dapat dijadikan sebagai modal untuk mencari pekerjaan maupun untuk membuka usaha sendiri. Dan fungsi dari pendidikan luar sekolah adalah sebagai pengganti pendidikan formal, sebagai pelengkap dan sebagai penambah dari apa yang diperoleh dari pendidikan formal.

SARAN
Untuk itu disarankan kepada pemerintah supaya memberikan perhatian dengan pendidikan luar sekolah supaya masyarakat dapat mengenal dan mengetahui tentang pendidikan luar sekolah serta mengetahui jenis-jenis dan manfaat pendidikan luar sekolah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar